pengertian desain kemasan
Pengertian
1. Desain atau design
Desain secara etimologi, istilah Desain berasal dari beberapa serapan bahasa, yaitu
kata “designo” (Itali) yang secara gramatikal berarti gambar
dan bermakna:
§ to make preliminary sketches
§ to plan and carry out
§ to form in the mind
dan kata “designare” (Latin)
yang berati:
§ the arrangement of parts, details, form, color, etc so as to
produce an artistic unit
§ a plan, scheme, a project
Sebagai kata kerja, desain memiliki arti proses untuk membuat dan
menciptakan obyek baru. Sebagai kata benda, desain digunakan untuk menyebut
hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana,
proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Orang Italia jauh lebih dahulu memakai
kata desain ini dalam kehidupan mereka. Mereka menyebutnya ‘designo’ yang berarti ‘gambar’. Penggunaan istilah design atau desain bermula dari gambar teknik
arsitektur (gambar potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan, istilah
desain awalnya masih berbaur dengan seni dan kriya. Dimana, pada dasarnya seni
adalah suatu pola pikir untuk membentuk ekpresi murni yang cenderung fokus pada
nilai estetis dan pemaknaan secara privasi. Sedangkan desain memiliki
pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak
hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri
secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya
digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi,
rekayasa, dll.
2. Kemasan
Ada beberapa pendapat tentang pengertian kemasan, pertama; menurut Kotler
(1995 : 200) pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau
bungkus sebagai sebuah produk. Swatha mengartikan (1980 : 139) pembungkusan
(packaging) adalah kegiatan-kegiatan umum dan perencanaan barang yang
melibatkan penentuan desain pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang.
Sedangkan menurut Saladin (1996 : 28) kemasan adalah wadah atau bungkus.
Jadi beberapa pendapat para ahli tersebut dapat di simpulkan kemasan adalah
suatu kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatubarang yang meliputi
desain bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut.
Dari
pengertian asal kata yakni desain dan kemasan dapat kita tarik suatu garis
kesimpulan bahwa desain kemasan merupakan suatu rancangan atas kemasan pada
suatu produk tertentu yang dilakukan sebagai upaya peningkatan dan syarat
produksi yang mendukung pemasaran suatu produk.
C. Proses Desain Kemasan
Proses desain pada umumnya memperhitungkan
aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya
didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming,
maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.
Dalam perancangan atau mendesain suatu kemasan produk dapat kita
memperhatikan beberapa aspek dasar dalam menentukan kemasan produk itu sendiri,
diantaranya :
1. Daya Tarik Kemasan
Daya tarik kemasan sangat penting guna tertangkapnya stimulusoleh konsumen
yang di sampaikan ke produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik pada produk
tersebut.Menurut Wiryo (1999:10) daya tarik visual kemasan dapat digolongkan
menjadi dua yaitu: daya tarik visual dan daya tarik praktis.
A. Daya Tarik Visual
Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan atau lebel suatu produk
mencakup warna, bentuk, merk/logo, ilustrasi, teks/tipografo, tata letak
(Wirya, 1999:28-30).
a.Warna
Warna adalah suatu mutu cahaya yang dapat dipantulkan darisuatu objek ke
mata manusia. Warna terbagi dalam kategori terang (mudah), sedang, gelap
(tua).Fungsi dari pemilihan warna :
§ Untuk
identifikasi produk sehingga berbeda dengan produkpesaing.
§ Untuk
menarik perhatian, warna terang atau cerah kanmemantulkan cahaya lebih jauh
dibandingkan dengan warnagelap.
§ Untuk
menimbulkan pengaruh, misalnya untuk meningkatkanselera konsumen terhadap
produk makanan.
§ Untuk
mengembangkan asosiasi tertentu terhadap produknya.
§ Untuk
menciptakan suatu citra dalam mengembangkanproduknya.
§ Untuk
menghiasi produk.
§ Untuk
memastikan keterbacaan yang maksimum dalampenggunaan warna kontras.
§ Untuk
mendorong tindakan.
§ Untuk
proteksi terhadap cahaya yang membahayakan.
§ Untuk mengendalikan
temperatur barang didalamnya.
§ Untuk
membangkitkan minat dalam mode.
b. Bentuk
Bentuk kemasan disesuaikan dengan produknya pertimbanganyang digunakan
adalah pertimbangan mekanis, kondisi penjualan,perkembangan penjualan,
pemejangan dan cara-cara penggunaankemasan tersebut.
§ Bentuk yang
sederhana lebih disukai daripada yang rumit
§ Bentuk yang
teratur memiliki daya tarik lebih
§ Bentuk
harus seimbang agar menyenangkan
§ Bentuk
bujur sangkar lebih disukai dari pada persegi panjang
§ Bentuk
cembung lebih disukai daripada bentuk cekung
§ Bentuk
bulat lebih disukai wanita, sedang pria lebih menyukaibentuk siku
§ Bentuk
harus mudah terlihat bila dipandang dari jauh
c. Merk/logo
Tanda-tanda identifikasi seperti merek dengan logo perusahaanadalah
meningkatkan daya tarik konsumen. Merek atau logo ini dipandang dapat menaikkan
gengsi atau status seorang pembeli.Syarat-syarat logo yang baik adalah :
§ a.Mengandung
keaslian
§ b.Mudah
dibaca atau di ucapkan
§ c.Mudah di
ingat
§ d.Sederhana
dan ringkas
§ e.Tidak
mengandung konotasi yang negative
§ f.Tidak
sulit digambarkan
d. Ilustrasi
Merupakan alat komunikasi sebuah kemasan bahasa universalyang dapat
menembus rintangan perbedaaan bahasa. Ilustrasi initermasuk fotografi dan
gambar-gambar untuk menarik konsumen.
e. Tipografi
Tipografi adalah teks pada kemasan yang berupa pesan-pesan kitauntuk
menjelaskan produk yang di tawarkan sekaligusmenyerahkan konsumen untuk
bersikap dan bertindak sesuaidengan harapan produsen.
f. Tata letak
Tata letak adalah paduan semua unsur garfis meliputi warna,bentuk, merek
ilustrasi, topografi, menjadi suatu kesatuan baruyang disusun dan di tempatkan
pada halaman kemasan. Hal-halyang perlu di perhatikan dalam pengaturan tata
letak adalah :
§ a.Keseimbangan
§ b.Titik
pandang dengan menjadikan satu unsur yang palingmenarik
§ c.Perbandingan
ukuran yang serasi
§ d.Tata
urutan alur keterbatasan yang sesuai
dan sebagai syarat penggunaan pada
konsumen kemasan harus dapat memberikan daya tarik praktis dalam penggunaannya.
Daya tarik praktis ini merupakan efesiensi suatu kemasan yang ditujukan kepada
konsumen maupun distributor atau pengecer.Daya tarik kemasan menurut
Wirya (1999 : 15) antara lain :
§ Kemasan yang
menjamin dapat melindungi produk
§ Kemasan
yang mudah di buka atau di tutup kembali untukdisimpan
§ Kemasan
dengan porsi yang sesuai
§ Kemasan
yang dapat di gunakan kembali
§ Kemasan
yang mudah di bawah, di pegang dan dijinjing.
§ Kemasan
yang memudahkan pemakaian dalam menghabiskan danmengisinya kembali.
Desain kemasan yang baik dapat mensinergikan dan mengintegrasaikan dari
beberapa elemen desain dan fungsi kemasan, sehingga dihasilkan kemasan yang
memiliki tingkat efektifitas, efisiensi dan fungsi yang sesuai baik dalam
produksi kemasan sampai kegunaan kemasan.(https://iseng88.wordpress.com/2011/12/15/desain-kemasan/)
-PENGEMASAN
Packaging (pengemasan) merupakan
wadah atau pembungkus yang dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta
gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pacaging
(pengemasan) berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk
industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,
pengangkutan dan distribusi.
Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.
Dalam dunia desain grafis packaging merupakan salah satu media yang banyak di gunakan oleh konsumen sebagai pelindung produk dan juga daya tarik produk. Dalam menentukan fungsi perlindungan dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan dilindungi. Mutu produk ketika mencapai konsumen tergantung pada kondisi bahan mentah, metoda pengolahan dan kondisi penyimpanan.
Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan.
• Kemampuan melindungi isinya dari berbagai resiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme.
• Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian. Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan.
• Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.
Penggolongan kemasan/packaging
Packaging atau kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain:
1. Frekuensi Pemakaian
• Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng dll.
• Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
• Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.
2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan :
• Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
• Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
• Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas
• Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil.
• Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
• Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.
4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan
• Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
• Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi.
• Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.
5. Tingkat Kesiapan pakai
• Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
• Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Packaging_and_labeling (http://azizmaany.blogspot.com/2012/01/desain-kemasanpackaging.html)
Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.
Dalam dunia desain grafis packaging merupakan salah satu media yang banyak di gunakan oleh konsumen sebagai pelindung produk dan juga daya tarik produk. Dalam menentukan fungsi perlindungan dari pengemasan, maka perlu dipertimbangkan aspek-aspek mutu produk yang akan dilindungi. Mutu produk ketika mencapai konsumen tergantung pada kondisi bahan mentah, metoda pengolahan dan kondisi penyimpanan.
Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan.
• Kemampuan melindungi isinya dari berbagai resiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme.
• Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian. Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan.
• Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.
Penggolongan kemasan/packaging
Packaging atau kemasan dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal antara lain:
1. Frekuensi Pemakaian
• Kemasan Sekali Pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik es, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng dll.
• Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang Kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap. Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
• Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.
2. Struktur Sistem Kemas Berdasarkan letak atau kedudukan :
• Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
• Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
• Kemasan Tersier dan Kuartener, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
3. Sifat Kekakuan Bahan Kemas
• Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil.
• Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
• Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.
4. Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan
• Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
• Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan yang difermentasi.
• Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.
5. Tingkat Kesiapan pakai
• Wadah Siap Pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
• Wadah Siap Dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Packaging_and_labeling (http://azizmaany.blogspot.com/2012/01/desain-kemasanpackaging.html)
Cara Membuat Desain Kemasan Makanan Gampang
Banyak yang bertanya bagaimana cara membuat desain kemasan makanan dengan
lebih mudah ? Oke, sebetulnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat kita
akan membuat desain kemasan, diantaranya :
1. Membuat desain kemasan
menggunakan aplikasi editor seperti Photoshop, Corel, Adobe Illustrator, atau
GIMP.
2. Membuat desain kemasan
langsung ke desainer percetakan atau lebih familiar dengan tukang setting.
3. Membuat desain kemasan
secara online menggunakan aplikasi Kemasaja.com.
Nah dari ketiga pilihan ini masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun terlepas dari itu mimin kali ini akan
share opsi ketiga yaitu bagaimana membuat desain kemasan makanan di
Kemasaja.com.
Peralatan & Bahan Membuat Desain Kemasan Makanan
Adapun peralatan atau bahan materi yang harus disiapkan untuk membuat
desain kemasan makanan di Kemasaja.com yaitu sebagai berikut :
1.
Gadget ( Laptop, PC, atau Smartphone ), disarankan menggunakan PC atau
laptop.
2.
Siapkan foto-foto produk dengan background latar transparan dengan format
(.PNG). Cara membuatnya silahkan lihat disini.
3.
Siapkan kopi dan mood yang bagus agar hasilnya memuaskan :).
Langkah – Langkah Membuat Desain Kemasan Makanan
- Pertama, buka website www.kemasaja.com,
dan pilih jenis kemasan yang dibutuhkan
- Kedua, pilih desain kemasan
yang paling cocok untuk produk Kamu.
- Ketiga, klik tombol “Sesuaikan
desain “
- Keempat, edit desain yang telah
dipilih sesuai keinginan Kamu jangan lupa upload foto produk yang tadi
telah disiapkan. cara edit lihat disini
- Terakhir, klik tombol “download” untuk mengunduh desain yang telah dibuat
secara gratis.
· Konten tambahan :
· Template desain
Kemasan Produk terbaik, membuat Kemasan Produk
· Membuat Kemasan
Produk kini lebih gampang, baik dalam membuat desain Kemasan Produk, cetak
Kemasan Produk atau print Kemasan Produk. Kemasaja.com dapat membuat Kemasan
Produk online, dengan template Kemasan Produk yang telah disediakan. Kamu dapat
langsung membuat desain Kemasan Produk dari gadget mu dimanapun dan kapanpun.
Setelah desain Kemasan Produk dibuat, Kamu bisa cetak Kemasan Produk / print
Kemasan Produk dengan kualitas hasil cetak terbaik di jaringan percetakan Kami.
Ayo coba buat desain Kemasan Produk versi kamu sendiri di Kemasaja.com.
· Cetak Kemasan
Produk atau Print Kemasan Produk Murah
· Membuat Kemasan
Produk tidak perlu repot pergi ke percetakan, Kamu bisa cetak Kemasan Produk
secara online, dan barang akan diantar ke rumah. Kemasaja.com punya cara baru
dalam membuat Kemasan Produk yang berkualitas.( http://blog.kemasaja.com/cara-membuat-desain-kemasan-makanan-gampang/)
Ide
kemasan unik
Kemasan menarik nggak harus mahal atau banyak hiasan! Kamu hanya perlu
berpikir kreatif dan membuat tampilan produkmu beda dari yang lain. Ini
akan membuat barang daganganmu lebih menarik perhatian orang
saat terpajang di rak dagangan.
Untuk memberikanmu ide bagaimana sebaiknya mengemas barang daganganmu,
berikut ini adalah konsep-konsep kemasan produk yang saking kreatifnya, akan
membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama!:
1. Susu Pisang
Untuk memberikan kesan dan
pengalaman meminum susu yang benar-benar terbuat dari pisang, botol susu pisang
ini dikemas menyerupai kulit pisang. Konsumen harus mengupas kemasan botol
dengan cara seperti mengupas kulit pisang yang sebenarnya.
2. Gelas dan Sedotan Star Wars
Untuk menyerupai lightsaber pedang ala
Star Wars, desain gelas minuman ini dibuat “menyambung” dengan ukuran dan warna
sedotan yang digunakan.
10. Biskuit Rambut
Biskuit berbentuk batang
atau stik ini sebenarnya biasa saja, namun akan terlihat seperti rambut panjang
pada kemasan luar biskuit jika masih berada di dalam kemasan.




